Dalam pelajaran Keterampilan Interpersonal pada tanggal 11 November 2010 kemarin, kita diperlihatkan sebuah film yang berjudul “GOOD WILL HUNTING”. Dalam film itu diceritakan ada seorang pemuda yang sangat jenius. Pemuda itu tidak dapat mengenali dirinya. Dia selalu berbuat yang bertentangan dengan norma yang ada. Bertindak selalu menggunakan otot, bukan menggunakan akal pikiran. Suatu hari karena kecerdasannya, dia berhasil memecahkan sebuah teori matematika yang sudah beberapa tahun menjadi pemikiran seorang professor. Karena kecerdasan bocah tadi, si professor ingin sekali menjadikan anak tersebut sebagai asistennya. Namun suatu hari anak tersebut melakukan sebuah perkelahian dengan temannya. Dan dengan perkelahian tersebut, anak itu dipenjara. Professor tak tinggal diam. Professor itu mengupayakan agar anak tersebut mendapatkan terapi setiap minggu. Mengapa harus diterapi? Anak itu diterapi tentang kepribadian agar anak itu bisa lebih mengenali dirinya. Karena pengenalan diri itu dibutuhkan oleh kita untuk beradaptasi dengan lingkungan kita. Oleh karena itu, kita diminta untuk membuat jendela johari. Apa itu jendela johari? Jendela Johari (Joseph Luft dan Harrington V. Ingham) ini mencerminkan tingkat keterbukaan seseorang yang dibagi dalam empat kuadran.
Belajar Kepribadian Bareng Miss Agatha
Pada hari Selasa yang lalu, tepatnya pada tangal 4 Januri 2011 saya sangat senang sekali. Kali ini, saya mendapat pengalaman yang luar biasa. Untuk pertama kalinya saya mendapatkan pelajaran mengenai kepribadian. Pelajaran ini saya dapatkan dari salah satu pengajar sekolah kepribadian yang sangat ternama. Beliau bernama Miss Agatha. Jujur, saat pertama kali melihat saya langsung jatuh hati kepada Miss Agatha. Orangnya sangat cantik dan lembut. Tak cukup dengan itu, beliau juga sangat ramah dan baik hati. Kepribadian itu sangat perlu karena selain orang menilai dari penampilan fisiknya, orang juga akan menilai pribadi kita. Menjadi seorang wanita itu hendaknya kalem, anggun, dan tutur bahasa serta tingkah lakunya serba diatur. Kita tidak perlu malu dalam melakukan itu semua. Apabila kita ingin belajar, maka kita harus mau untuk berubah.
Saat pertemuan itu, saya beserta teman-teman saya berpakaian Office Look. Mengapa harus Office Look? Kita menggunakan Office Look supaya membiasakan diri kita dengan pakaian yang kita kenakan saat bekerja nanti. Kita pun juga harus menyesuaikan dimana kita sedang berada. Pakaian yang kita kenakan juga harus sesuai dengan event yang diadakan.
Ha Na Ca Ra Ka Da Ta Sa Wa La Pa Dha Ja Ya Nya Ma Ga Ba Tha Nga
Uhmm, mendengar kata di atas, terlihat seperti aneh. Ya, rangkaian huruf-huruf itu merupakan huruf jawa alias aksara jawa. Huruf itu digunakan oleh para pendahulu kita untuk berkomunikasi dengan masyarakat sekitar. Huruf-huruf tersebut apabila dirangkaikan memiliki makna tersendiri dan tentunya dalam bahasa Jawa. Misalnya saja menyambungkan kata Hana yang artinya dalam bahasa Indonesia adalah ada.
New Year Eve
Bulan Desember merupakan bulan terakhir dalam tahun Masehi. Bulan Desember merupakan ajang bersenang-senang bagi sebagian orang. Perlu diketahui, penyambutan tahun baru dapat dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya saja, para remaja biasanya melaksanakan acara tahun baru dengan konvoi ke jalan-jalan protocol. Kita ambil contoh saja di Surabaya. Di jalan Darmo hingga Kotamadya Surabaya rapat dan padat. Bayangkan saja, untuk bisa jalan sejauh 2 meter saja dibutuhkan waktu kurang lebih lima belas menit. Selain itu pekikan suara terompet terdengar dimana-mana. Rasanya seperti menusuk gendang telinga saja.
Masjid sebagai Pusat Peradaban
Peradaban Islam selalu mencontohkan bahwa pendirian dan pemanfaatan masjid harus lebih dikembangkan dan lebih diperluas bagi kehidupan kaum Muslim. Sebab jika hanya dipakai sebagai tempat shalat, umat Islam dapat melakukannya di luar masjid, yakni di seluruh tempat di atas permukaan bumi. Hal ini seperti yang dikutip dari Jabir bin ’Abdullah, bahwasanya Nabi SAW pernah bersabda: “Aku dikarunia lima perkara yang belum pernah diberikan kepada seorangpun sebelum aku;
1. Aku ditolong dengan kegentaran (musuh menghadapi aku) jarak sejauh sebulan perjalanan;
2. Dan dijadikan bumi ini bagi ku sebagai masjid dan bahan pensuci, lalu di mana saja seseorang dari umatku mendapatkan waktu shalat, ia boleh melakukan shalat di situ;
3. Dan dihalalkan bagiku rampasan perang, padahal tidak dihalalkan bagi seseorang sebelum aku;
4. Juga aku diizinkan memberi syafa’ah (pada hari Kiamat);
5. Dan adapun nabi-nabi (terdahulu) diutus hanya untuk kaumnya semata-mata, sedang aku diutus untuk manusia seluruhnya.” (HR Bukhary dan Muslim).
Langganan:
Postingan (Atom)





